shidiq

seseorang yang berusaha untuk hidup

pemikiran 4 menit baca

Sebuah Roadmap

Monkey

Ini adalah ekpresi saya saat memikirkan untuk membuat roadmap ini. (Ini cara bikinnya gimana?)

Seperti dalam tulisan sebelumnya yang sudah disinggung, bahwa saya sudah membuat repo di github1 sebelumnya. Namun, sepertinya perlu dibuat ulang untuk roadmapnya. Karena belum begitu terstruktur dan kurang detail.

Disini saya mengkuti prinsip dari lelouch.dev. Pada tulisan The Thought Process Behind My Learning Plan2. Setidaknya ia menyebut 7 hal yang perlu dipenuhi dalam rencana pembelajaran.

Pertama, yaitu apa hasil akhir yang ingin dicapai dalam pembelajaran ini?

Dalam hal ini, saya ingin bisa mendapatkan $1k per bulan dari bounty hunting pada smart contract. Memang terdengar tidak realitis (saya sendiri agak meragukan diri saya sendiri). Namun, tidak ada salahnya untuk mencobanya.

Disini lelouch memberi tahu sebuah istilah yang baru pertama saya kali dengar yaitu the North Star. Ia menjelaskan bahwa di marketing ada North Star Metric (NSM). Saya pasti asing dengan istilah itu, namun jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia itu adalah Bintang Utara.

Ibaratnya Bintang Utara adalah sebagai suatu titik yang membimbing ke tujuan.

Kedua, cari tahu apa saja skill yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu?

Dalam hal ini ada banyak sekali skill yang saya harus grind (aduh malasnyo, terlalu banyak soalnya). Blockchain & Smart Contract Basics, Solidity, Vulnerability Types, Security Mindset, Tools dan beberapa hal yang lainnya. Hal seperti itu baru beberapa hal-hal yang baru saya tahu (kemungkinan ada revisi kedepannya).

Ketiga, memetakan yang bagaimana cara mempelajarinya itu?

Setelah tahu apa saja yang diperlukan, saya harus memetakan bagaimana cara mempelajarinya. Ibaratnya merancang rute yang harus diikuti untuk mencapai tujuan nantinya.

Kurang lebihnya pemetaannya seperti ini:

Map

Keempat, menentukan gaya belajar.

Ada dua tipe yang dijelaskannya yaitu top-to-bottom dan bottom-to-top. Dalam hal ini saya belum menentukan apakah kedua metode itu cocok ketika saya gunakan. Atau mungkin melakukan gabungan ke terhadap kedua metode itu.

Top-to-bottom adalah cara belajar yang dimulai dari gambaran besar dan konsep utama, lalu dipecah menjadi bagian-bagian kecil yang lebih detail. Sedangkan bottom-to-top kebalikannya memulai dari hal-hal kecil dan praktik langsung, lalu secara bertahap menyusun pemahaman besar dari pengalaman tersebut.

Kelima, memecah dalam bentuk milestone.

Setelah sebelumnya terpetakan, harus dipecah dalam bentuk milestone. Membagi tujuan menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah untuk dijalankan. Seperti naik gunung ada pos-pos yang perlu dilewati terlebih dahulu. Sebelum mencapai puncak gunung. Pos-pos ini tujuan kecil dan puncak gunung adalah tujuan besar.

Keenam, tetap fleksibel.

Roadmap disini ditujukan sebagai panduan untuk belajar. Bukan sebagai perintah absolut sebagaimana yang disampaikan oleh Tuhan (meskipun perintah Tuhan sidatnya absolut, saya sebagai hambanya kadang melanggar).

Karena dengan bertambahnya pengetahuan, akan mendapatkan pengetahuan, sudut pandang, pengalaman yang baru. Hal yang seperti itulah yang akan merubah rencana pembelajaran awal yang sudah disusun.

Ketujuh, iterasi cepat.

Iterasi adalah proses mengulang, mengevaluasi dan memperbaiki. Kenapa proses ini dilakukan secara cepat? Karena agar tahu seberapa tepat rencana yang sudah disusun.

Penggunaan AI

Mungkin topik ini perdebatan antara pro dan kontra. Namun disini saya pasti menggunakan AI dalam pembelajaran ini. Sangat disayangkan sekali jika tidak digunakan. Ketika kita sudah diberikan alat yang begitu canggih, mengapa tidak digunakan?

Sekup penggunaanya akan menjadi perhatian dalam penggunaan AI. Jadinya, tidak keseluruhan menggunakan AI (meskipun jika ingin cepat dan mudah gunakan itu, tetapi jika otak tidak digunakan nanti akan tumpul).

Brainroot

Meskipun jujur, ketika saya membuat kode sebelumnya kebanyakannya dari AI (ini adalah perwujudan dari kebodohan dan kemalasan penulis). Hanya sedikit sekali andil saya dalam kode-kode di github saya.

Makanya saya mencoba lebih bijak dalam penggunaan AI dalam konteks pembelajaran ini.

Jadinya, bukan sama sekali tidak menggunakan AI. Hanya lebih bijak dalam penggunaan AI.

Materi Pembelajaran

Sangat aneh jika dikatakan, bahwa tulisan ini adalah sebuah roadmap. Mungkin lebih enak jika disebut banyangan saya terhadap roadmap yang akan saya pelajari itu.

Untuk beberapa bulan ke depan, saya akan mempelajari materi dari Cyfrin3. Course yang dibuat oleh Patrick Collins4 salah satu advisor di Chainlink (sekarang entah masih atau tidak gak tau saya).

Karena resource yang ada di cyfrin itu sudah cukup lengkap. Jika dilihat dalam daftarnya (tinggal belajar aja yang serius). Dari tahap beginner hingga expert ada topik yang disampaikan.

Matematika

Alasan yang paling kuat karena my math isn’t mathing (get it? :P).

Kebutuhan akan pengetahuan ini sangat diperlukan dalam pembelajaran ini. Karena ketika saya melihat beberapa paper-paper yang berhubungan dengan blockchain dan smart contract, seringkali ada matematika yang digunakan dalam penjelasan. Ada simbol-simbol yang tidak saya pahami.

Namun, yang belum saya ketahui adalah dalam sekup apa matematika yang diperlukan dalam pembelajaran ini? Apakah hanya matematika tahap dasar saja? Atau ada matematika yang tingkat lanjut?

Salah satu resouce yang temukan adalah Khan Academy5. Namun sayangnya itu bahasa Inggris. Untuk bahasa Indonesia saya baru menemukan di Zenius6 dalam bentuk video learning. Yang sayangnya berbayar jika ingin belajar.

Sembari berjalan, saya akan cari course yang tepat dengan kondisi saya.

Sedikit tambahan untuk dalam hal ini saya mengetahui teknis yang sangat minim saat memulai ini. Dan juga income saya 0 (nol) untuk saat ini.

© 2026 Shidiq. All rights reserved.